Langsung ke konten utama

Kembalian Belanja dengan Permen. Didenda 6 Juta Rupiah.

    

Kebiasaan memberi uang kembalian diganti permen dan menawarkan ‘susukan‘ belanja untuk dana sosial merugikan konsumen dan melanggar UU.

Berdasarkan UU Bank Indonesia Pasal 2 ayat (3), “Setiap perbuatan yang menggunakan uang atau mempunyai tujuan pembayaran atau kewajiban yang harus dipenuhi dengan uang jika dilakukan di wilayah NKRI wajib menggunakan rupiah, kecuali ditetapkan lain dengan peraturan Bank Indonesia”.

Barang siapa yang sengaja melakukan pelanggaran atas ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (3) diancam dengan pidana kurungan sekurang–kurangnya 1 (satu) bulan paling lama 3 (tiga) bulan.

Kemudian, denda sekurang–kurangnya Rp 2.000.000 dan paling banyak Rp 6.000.000. Jadi, pedagang wajib memberikan kembalian berupa uang dan bukan permen.

Jika tidak ada uang receh, konsumen ditawari untuk menyumbangkan uang kembalian tersebut untuk dana sosial di sejumlah minimarket sangat dilarang.

Sering Dilakukan Oleh Minimarket

Praktik ini lazim terpantau dilakukan oleh pertokoan jenis minimarket dan dinilai telah merugikan konsumen. Bahkan Bank Indonesia (BI) melarang toko atau ritel yang menjadikan permen sebagai kembalian uang pembayaran dari pembeli.

Menurut Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BKPN) Rizal E. Halim, pihak toko atau ritel dilarang memberikan uang kembalian berupa permen. Karena permen bukan alat pembayaran.

“Tidak boleh mengembalikan dengan permen. Kemudian ada lagi, kalau kembaliannya nggak ada, disarankan disumbangkan,” ujarnya, di sela kunjungannya di Surabaya bertemu Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Kamis (5/11/2020).

Jika disarankan untuk disumbangkan. Pihak toko atau ritel harus menunjukkan legalitas lembaga sosial tersebut. Selain itu, tidak diperkenankan juga, uang konsumen digunakan sebagai dana CSR.

“Kalau disumbangkan untuk kegiatan sosial maka harus punya izin kegiatan sosial itu, itu diatur oleh Kementerian Sosial, aturannya adalah gak boleh (uang kembalian diganti permen),” tegasnya.

Kata Rizal, tidak semua masalah konsumen harus dilaporkan ke pusat, namun sebisa mungkin diselesaikan antara konsumen dan pelaku usaha. Jika tidak, bisa dilaporkan ke Lembaga Perlindungan Konsumen sebagai penengah agar biayanya lebih murah dan lebih efisien.

Tetapi, jika tindakan yang dilakukan pelaku usaha itu sudah membahayakan keselamatan konsumen. Kemudian mengarah kepada pelanggaran hukum, seperti penipuan, maka bisa dilaporkan ke pihak yang lebih atas.

“Kasus konsumen yang membahayakan keselamatan jiwa, masif, meresahkan, ini naik terus sampai tingkat mitigasi khususnya, sampai pidana,” pungkasnya.

Sumber

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga RI Lebih Suka Berteman di Facebook Ketimbang Medsos Lainnya

Berdasarkan survei   Kementerian Komunikasi dan Informatika   bersama   Katadata Insight Center (KIC) , Facebook tampaknya mampu membuat penggunanya lebih banyak berteman ketimbang   media sosial   lain. Dari sekitar 11 ribu orang yang disurvei, ada 30,8% responden yang memiliki teman/ followers / subscribers  lebih dari 1.000 orang di  Facebook . Sedangkan responden yang memiliki teman dengan jumlah serupa di  Instagram  hanya 11,8%. Proporsi responden yang punya 'banyak teman' di  platform  media sosial lainnya juga jauh lebih kecil, seperti terlihat pada grafik. Bahkan  Youtube  tampaknya menjadi media sosial yang paling sulit digunakan untuk membangun pertemanan, karena responden yang punya 'banyak teman' di  platform  ini hanya 2,2%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa setiap  platform  media sosial bisa memberi pengaruh tersendiri pada perilaku penggunanya .  Semisal, orang bisa lebih terbuka dalam meminta atau menerima pertemanan di Facebook, namun berubah menjadi

Indonesia: Hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga tercemar limbah tinja

  Wash Spesialis United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia, Maraita Listyasari menyebut, air minum dalam rumah tangga di Indonesia telah tercemar limbah tinja mencapai 70 persen.  Maraita mengatakan, angka tersebut berdasarkan data dari Kemenkes. Ia pun mendorong kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain dari upaya PHBS, perlu didukung dengan upaya meminimalisir penyakit seperti rutin menyedot septic tank (WC) 3-5 kali dalam setahun. Kemudian, perlu untuk memasang WC dengan benar serta terhubung dengan sistem perpipaan. "Untuk meminimalisasi terjadinya penyakit pastikan toilet di rumah terhubung dengan sistem perpipaan atau WC. Kemudian, sedot 3-5 kali setahun dan jangan tunggu sampai penuh," tegas Maraita seperti dikutip dari  okezone.com , Jumat, 21 Oktober 2022. Maraita menambahkan, agar melakukan pengelolaan sanitasi dengan baik. Sebab, virus dan bakteri bisa masuk lewat mana saja sesuai dengan yang ditunjukkan

Perkiraan Jaringan 6G Masuk Ke Indonesia

Indonesia baru memulai uji coba teknologi telekomunikasi dan informasi berbasis 5G. Namun sejumlah negara maju diketahui sudah memulai kajian pengembangan teknologi jaringan internet 6G. Nantinya teknologi baru tersebut diprediksi memiliki kecepatan internet 100 kali lebih cepat dari 5G. Kemampuan unduhnya mencapai 1 terabyte per sekon yang setara dengan 142 jam film per detik. Begitu pula dengan pita spektrum gelombang sinyal berkisar 300-3.000 gigahertz (GHz), sedangkan 5G hanya berfrekuensi 30-300 GHz. Spektrum tersebut bersifat paralel dengan spektrum frekuensi. Jaringan 6G mendorong adopsi teknologi baru, seperti hologram, realitas tertambah (AR), dan realitas virtual (VR). Sejumlah negara mulai mendaftarkan hak paten dalam penggunaan jaringan 6G. Tiongkok telah mendaftarkan 13.449 paten atau 35% dari total 38.032 paten 6G di dunia. Negara lainnya pun menyusul, seperti Amerika Serikat (6.926 paten), Eropa, (4.933 paten), dan Jepang (4.756 paten). Sementara di Indonesia jaringan in