Langsung ke konten utama

Ilmuwan Jepang Kembangkan Kecoak Cyborg untuk Bantu Korban Gempa

 

Seekor kecoa Madagaskar yang mendesis, dipasang dengan "ransel" elektronik dan sel surya, dengan perangkat remote control di Laboratorium Perangkat Film Tipis dari lembaga penelitian Jepang Riken di Wako, Prefektur Saitama, Jepang September 16, 2022. (REUTERS/Kim Kyung-Hoon)

Sejumlah ilmuwan Jepang mengembangkan kecoak cyborg yang kelak bisa digunakan untuk menyelamatkan korban gempa. 

Bagi manusia, menerobos puing-puing bangunan yang runtuh akibat gempa tentu bukanlah hal mudah. Risikonya besar, dan bukan tidak mungkin merenggut nyawa.

Namun tidak demikian halnya dengan kecoak. Ukurannya yang kecil dan ringan memudahkannya menerobos masuk lubang atau ruang yang sangat kecil.

Pemikiran itulah yang mendorong sejumlah ilmuwan di Riken, sebuah lembaga riset ilmiah bergengsi di Jepang, untuk mengembangkan kecoak cyborg. Mereka pada intinya, mengembangkan perangkat elektronik setipis lembaran plastik yang dapat dilekatkan ke kecoak sehingga memungkinkan mereka menavigasi gerakan serangga itu.


Kenjiru Fukuda, ilmuwan senior di Riken, menjelaskan manfaat alat yang disebut solar electronic backpack itu. "Tujuan utama kami adalah memanfaatkan alat ini untuk membantu mencari penyintas di tempat-tempat di mana bencana terjadi. Khususnya, ketika terjadi bencana gempa di mana orang-orang terkubur di puing-puing bangunan yang runtuh. Kami berusaha mengembangkan aplikasi yang memungkinkan kami menerobos celah-celah kecil.”

Fukuda dan timnya memilih kecoak Madagaskar untuk penelitian mereka. Serangga yang suka mendesis ini berukuran cukup besar untuk bisa dibebani peralatan, namun tidak memiliki sayap yang bisa menghalangi gerak mereka.

Tim Riken mengakui, penelitian mereka masih jauh dari sempurna. Peralatan yang mereka kembangkan, contohnya, dilengkapi baterai yang tenaganya cepat habis. "Tenaga baterai dipasang pada robot kecil ini cepat habis, sehingga waktu eksplorasinya menjadi lebih singkat. Namun serangga cyborg ini aktif bergerak sehingga listrik yang dibutuhkan sebetulnya juga tidak begitu banyak," jelasnya.

Jepang terkenal sebagai negara yang sering mengalami gempa bumi. Badan Meterologi Jepang memperkirakan, ada sekitar 5.000 gempa terjadi di negara itu setiap tahunnya.

Masyarakat umum kerap tidak menyadari tingginya frekuensi itu mengingat rendahnya skala gempa-gempa itu dan pusat-pusat gempa yang jauh dari daratan,

Badan itu melaporkan, sekitar 3.800 gempa dengan kekuatan 3,0 hingga 3,9 Skala Richter tercatat setiap tahunnya di Jepang. Sementara itu, gempa dengan kekuatan 4,0 hingga 4,9 Skala Richter tercatat rata-rata 900 kasus dalam satu tahun.

Siklus hidup kecoa

Pada suhu ruangan, kecoa Jerman berkembang biak dari telur menjadi dewasa dalam 40-125 hari.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Warga RI Lebih Suka Berteman di Facebook Ketimbang Medsos Lainnya

Berdasarkan survei   Kementerian Komunikasi dan Informatika   bersama   Katadata Insight Center (KIC) , Facebook tampaknya mampu membuat penggunanya lebih banyak berteman ketimbang   media sosial   lain. Dari sekitar 11 ribu orang yang disurvei, ada 30,8% responden yang memiliki teman/ followers / subscribers  lebih dari 1.000 orang di  Facebook . Sedangkan responden yang memiliki teman dengan jumlah serupa di  Instagram  hanya 11,8%. Proporsi responden yang punya 'banyak teman' di  platform  media sosial lainnya juga jauh lebih kecil, seperti terlihat pada grafik. Bahkan  Youtube  tampaknya menjadi media sosial yang paling sulit digunakan untuk membangun pertemanan, karena responden yang punya 'banyak teman' di  platform  ini hanya 2,2%. Hal tersebut mengindikasikan bahwa setiap  platform  media sosial bisa memberi pengaruh tersendiri pada perilaku penggunanya .  Semisal, orang bisa lebih terbuka dalam meminta atau menerima pertemanan di Facebook, namun berubah menjadi

Indonesia: Hampir 70 persen sumber air minum rumah tangga tercemar limbah tinja

  Wash Spesialis United Nations Children's Fund (UNICEF) Indonesia, Maraita Listyasari menyebut, air minum dalam rumah tangga di Indonesia telah tercemar limbah tinja mencapai 70 persen.  Maraita mengatakan, angka tersebut berdasarkan data dari Kemenkes. Ia pun mendorong kepada masyarakat Indonesia untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Selain dari upaya PHBS, perlu didukung dengan upaya meminimalisir penyakit seperti rutin menyedot septic tank (WC) 3-5 kali dalam setahun. Kemudian, perlu untuk memasang WC dengan benar serta terhubung dengan sistem perpipaan. "Untuk meminimalisasi terjadinya penyakit pastikan toilet di rumah terhubung dengan sistem perpipaan atau WC. Kemudian, sedot 3-5 kali setahun dan jangan tunggu sampai penuh," tegas Maraita seperti dikutip dari  okezone.com , Jumat, 21 Oktober 2022. Maraita menambahkan, agar melakukan pengelolaan sanitasi dengan baik. Sebab, virus dan bakteri bisa masuk lewat mana saja sesuai dengan yang ditunjukkan

Perkiraan Jaringan 6G Masuk Ke Indonesia

Indonesia baru memulai uji coba teknologi telekomunikasi dan informasi berbasis 5G. Namun sejumlah negara maju diketahui sudah memulai kajian pengembangan teknologi jaringan internet 6G. Nantinya teknologi baru tersebut diprediksi memiliki kecepatan internet 100 kali lebih cepat dari 5G. Kemampuan unduhnya mencapai 1 terabyte per sekon yang setara dengan 142 jam film per detik. Begitu pula dengan pita spektrum gelombang sinyal berkisar 300-3.000 gigahertz (GHz), sedangkan 5G hanya berfrekuensi 30-300 GHz. Spektrum tersebut bersifat paralel dengan spektrum frekuensi. Jaringan 6G mendorong adopsi teknologi baru, seperti hologram, realitas tertambah (AR), dan realitas virtual (VR). Sejumlah negara mulai mendaftarkan hak paten dalam penggunaan jaringan 6G. Tiongkok telah mendaftarkan 13.449 paten atau 35% dari total 38.032 paten 6G di dunia. Negara lainnya pun menyusul, seperti Amerika Serikat (6.926 paten), Eropa, (4.933 paten), dan Jepang (4.756 paten). Sementara di Indonesia jaringan in